Rasa-rasanya baru kemarin untuk pertama kali setelah merantau ke ranah rantau pertama, kaki ini naik turun jalan setapak yang cukup terjal, menuju rumah nenek di desa. Bertemu sapa lagi dengan saudara se-pertalian darah namun tak terlalu banyak terlibat komunikasi dalam ‘kehidupan masing-masing’. Bercerita, pun mendengarkan cerita atau kabar perkembangan jodoh seorang paman. Haha.
Rasa-rasanya baru
kemarin-kemarin bolak-balik (3 bulan holiday meeen) berjalan-jalan di kota
kecil namun begitu pesat perkembangannya.
Rasa-rasanya baru
kemarin, berjanjian untuk bertemu dengan salah dua kawan dekat di SMA. Lucu
juga mendengar salam perpisahan kami, “Sampai
jumpa tahun depan!”
Ya Allah, semasa
SMA kita cukup sering merancang dan mengadakan pertemuan (ya, kita berbeda
kelas), kini kurunnya tahun. Meski begitu, itu perlu pun mencukupi.
Rasa-rasanya baru
kemarin, begitu sering bersantai di ‘taman langit’ rumahku pada siang menuju
sore, atau pula sore menuju malam.
Kini, berkutat
kembali di kamar mungil di tengah pemukiman yang begitu crowded. Menyusuri jalanan padat depan kos-an yang begitu ramai –
kendaraan, pedagang kaki lima, toko berbagai jenis kebutuhan, masyarakat umum,
mahasiswa, siswa hingga santri dan ustadz—terutama menjelang magrib dan ba’da
magrib. Ataupun menikmati ‘tontonan’ pesawat yang cukup sering melintas dari balik
jendela kamar kos-ku, terutama sekitar waktu duha.
Kini, kembali
lagi mengarungi aktivitas yang cukup padat di rantauan.
Bagaimanapun
mimpi-mimpi ‘menagih’ janji. Amanah menanti untuk tuntas dengan senyum merekah,
tanpa resah, meski lelah.
Selamat
‘membebaskan diri’ (lagi) dari salah satu comfort
zone!
Ready to study, welcome sophomore year! Bismillah..
No comments:
Post a Comment