Grateful!
Yap! Kamu harus bersyukur kalau ketika ditanya
seseorang tentang “Apa agamamu?”
Kamu bisa menjawab dengan ‘percaya hati’.
Bahkan berbangga hati.
Ya karena kamu yakin bahwa kamu sedang menganut sebuah kepercayaan dan
kamu melakukan ibadah yang dianjurkan.
Tapi bagaimana kalau kamu nggak punya agama? Atau nggak, kamu punya agama
tapi kamu nggak yakin karena memang kamu nggak pernah atau jarang beribadah
sesuai agamamu?
Beberapa bulan lalu
(ketika masih di Tasikmalaya) aku dipertemukan dengan
orang asal Jerman. Wanita, namanya berinisial M (untuk beberapa alasan aku
tidak bisa memberitahu namanya secara langsung). Sebetulnya dia datang ke
Indonesia memang karena ada kerjasama juga tugas pekerjaan selama di
Indonesia. Dia juga memang suka
traveling dan menemukan pengalaman baru.
Begitulah aku dan teman-teman yang lain
terlibat banyak percakapan dengan dia. Salah satunya adalah masalah agama.
“ What’s your religion?” Someone asked.
She said what’s her religion.
“ How that religion in German? Does it same
with in Indonesia?”
She said that in German, actually most of
them didn’t spend their time for praying. They just think about activities
worldly. Some of them, maybe just about 20% who think about religion even most
of them are elderly person, because they don’t have any activities expect go to
‘praying places’.
“Ho w about you? Do you always spend your
time to pray?
“
hmm, no” she said honestly.
“Actually, I’m still looking for religion… ”
she said.
Masya Allah, mungkin kita harus double
grateful. Kita lahir beragama, dan lahir di Indonesia. Negara yang menjunjung
tinggi ibadah. Lingkungannya mendukung kita untuk beribadah sesuai agama yang
dianut masing-masing dan diizinkan berkegiatan keagamaan. Sila pertama
pancasila pun berbunyi “ Ketuhanan Yang Maha Esa”. Alhamdulillah!
Aku yakin, Bukan M saja yang merasakan itu.
Di luar sana mungkin banyak juga yang
memiliki permasalahan seperti M. Mereka tidak tahu apa agama mereka, apa itu agama.
Apalagi kalau lagi down, mereka nggak tahu harus berpegang sama siapa. Makanya
bukan nggak mungkin di berbagai belahan bumi, seperti negara maju, banyak
banget yang melakukan suicide karena
ada masalah berat atau bahkan di
beberapa kasus ada yang alasannya karena dia nggak tahu apa yang harus dia
lakuin karena dia udah punya segalanya, -menurutnya-.
Oh ya, M mungkin sedikit beruntung karena
dia sekarang sedang dalam proses pencarian. Ya salah satu tujuannya traveling
itu juga untuk mengenal berbagai agama. Dia bercerita tentang salah satu agama
di Amerika, meski aku sendiri agak nggak ngerti karena kecepatannya dalam
berbicara hehe. Lalu disini –Indonesia- dia baru mengenal Islam. Dan sedang
mempelajari sedikit tentang Islam.
Jadi, jangan menyia-nyiakan agama dalam
dirimu! Keep religion in your heart! Do praying !