Greeting From Blog Owner

Annyeong haseyo ^^

Selamat datang di blogku !! *bow*


Hope you enjoy !!


Thursday, March 10, 2011

Biarkanlah menjadi misteri

annyeong haseyo !!

hello every-eye, every-ear, every-hair, every-hand, every-leg pokoknya everybody :)
semoga kabar baik selalu ada padaku dan juga andah semuah..
Di siang hari yang cerah nan dingin ini, aku pengen cerita tentang apa yang terjadi di 25 Februari lalu, yah meskipun bisa dibilang kadaluarsa tapi kalian gak akan sakit perut kok (?) hehe.

well cek dis ot aja yaa..

Hari Jum'at bisa dibilang hari rumah -setelah hari Minggu,tentunya- bagiku, pasalnya hari Jum'at gak ada jadwal ekskul ataupun kegiatan lainnya disekolah, so aku bisa pulang sebelum Dzuhur. Dan dengan begitu, keberadaanku dirumah bertambah sekitar 3 atau 4 jam. Tapi, Jum'at itu Allah berkehendak lain *mulai nih*
aku harus menyelesaikan mading jurnalisku ditambah nyari sponsor buat acara BTX-KIR.

Nah, ceritanya dimulai pas nyari sponsor bersama kedua temenku, Firda dan Siti. Setelah mereka berdua sukses membuatku meninggalkan mading yang akhirnya diselesaikan oleh rekan-rekan lainnya, tepat pukul 1 lebih 34 menit dan 39 detik *ngarang* kita bertigapun caw nikreuh** di sepanjang jalan kenangan -RE.Martadinata,maksudnya-. Target pertama kita GO, terus instansi-instansi lainnya yang ada di sepanjang jalan R.E.Martadinata sebelah kiri.

Ditengah perjalanan, saat kita mau masuk sebuah instansi, seorang Firda Mawaddah atau yang biasa dipanggil dengan sebutan daus aka maw ini bertanya sama aku juga Siti, kira-kira beginilah skenarionya :

(skenario telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia)

" mana suratnya, kok gak ada?"tanya Firda kebingungan.
" surat apaan?" aku balik nanya.
" surat yang nomor 7 sama 8 yang buat persetujuan." jawab Firda yang masih nyari itu surat didalem proposal.
" Ih, sini *sambar proposal ditangan firda* tadi udah aku selipin didalem proposal" kata Siti yang mulai nyari suratnya didalem proposal.
" Gak ada ihh!" desah Firda.
Aku yang saat itu bungkam, mulai buka mulut dan bertanya.
" Hilang? masa? Kok bisa?"
" ih, tadi kan udah aku simpen kok disini, bener." kata Siti yang tetep yakin kalo suratnya ada disitu.
"Gak ada Sitii.." firda lagi.
" coba cek, di tas siti kali tadi lupa kemasukin." kataku yang mulai bingung juga.

Sitipun memeriksa tasnya, begitupun sama aku dan Firda soalnya, bisa aja nyangkut atau gak sengaja kemasukin ke tas, atau bahkan masuk sendiri ke dalam tas (?!) #ngaco.
Tapi tetep barang yang dicaripun tak kunjung menampakkan dirinya. Saat itu, ditengah terik matahari yang mulai memancarkan sinar ke-sore-annya kita mulai pasrah. Surat itu bener-bener H I L A N G, yang artinya kita gak bisa ngelanjutin acara nikreuh panjang ini.

Kita yang mulai lelah, capek, haus, lapar, pokoknya  5L, 6L,... 101L pun singgah dulu di warung sija -sisi jalan- dan beli 3 ale-ale plus 1 bungkus sukro untuk bertiga. Ironis bukan?! Biasa aja.

Sambil mikirin dimanakah surat itu berada, tiba-tiba, datenglah Ester dengan motornya. Beruntung! pikirku. tapi apa yang Ester lakukan? kita yang udah teriak nyuruh berhenti dia malah nyelonong terus sama motornya dan gak berhenti SAMA SEKALI . SAMA DUAKALI. Bagus. Padahal kita butuh banget pertolongan buat nyari itu surat. Selang beberapa saat,cewek yang akrab dipanggil ees ini ada ditempat kita berada, tepatnya balik ke tempat kita berada. 

Aku bertanya dalam hati, angin apa yang buat dia balik kesini? angin muson barat kah? angin lembah? atau bahkan angin darat? Entahlah. Kurasa bukan ketiganya. Yang jelas, kita cukup berbahagia dengan hadirnya ees. mulanya kita nyuruh ees buat mapay jalan kenangan (RE.Martadinata) ini, tapi berhubung dianya ada acara so kita suruh aja fotokopi surat yang udah ditulisin -yakin banget tu fotokopian gak akan dipake- dan karena fotokopiannya gak berwarna, jadi itu surat copiannya bener-bener gak dipake.

Sementara Ester pergi dengan acaranya kita bertiga masih tertegun dan mematung di warung sija itu, akhirnya kita bertigapun memutuskan untuk pulang. Sementara aku dan Firda pulang lagi ke Smanda, sekalian buat nyari itu surat -saking penasarannya-. Disepanjang perjalanan pulang kita merhatiin dan menganalisa jalan yang kita lewati siapa tau surai itu jatuh. Tapi gak ada. Terus balik lagi ke GO, siapa tau juga ketinggalan atau apalah. Tapi percuma masih gak ada.

Akhirnya aku dan Firda pun pulang kerumah dengan rasa penasaran yang masih membekas di relung hati kami yang terdalam (?)
Dan sampai detik ini surat itu belum ditemukan,dimanapun. Hatiku pun bertanya dalam hati apakah surat itu bener-bener jatoh di tengah jalan, lalu diterbangkan oleh segerombolan angin muson timur, sehingga diduga telah berada di Australia? Pendapat lain (Firda) menyebutkan bisa saja itu surat terbang sendiri ke Amerika dan menyerahkan diri pada Obama untuk di acc ? Entahlah. Wallahu alam. Hanya Allah dan surat itu yang mengetahuinya. Biarkanlah menjadi misteri.

Well, itu lah siluet dari apa yang terjadi di tanggal 25.

*catatan untuk diri sendiri: kita bertiga jadi punya warung kenangan -warung sisi jalan itu-

*catatan moral: 
1.Selalu berhati-hatilah 
2.jangan ceroboh dalam menyimpan barang-barang penting.
3. Jangan lupa shalat 5 waktu *gak nyambung*

Okeh, see youh later ..

oh iya, satu lagi:
Kamus sunda :
**nikreuh : jalan kaki jauh. Sumber dari Firda Mawaddah.