Greeting From Blog Owner

Annyeong haseyo ^^

Selamat datang di blogku !! *bow*


Hope you enjoy !!


Tuesday, November 26, 2013

Pro Kontra Demonstrasi (Me Vs Me)

Pro
-          Bisa mengubah kebijakan yang tidak bijak.

-          Dalam LKM-PM day 3:
Kata pemateri, kang Yoga
“jangan dipisahkan antara ilmu akademisimu dengan aksimu, kita harus memahami realitas politik juga.”
Teteh (entah siapa namanya lupa lagi)
 “Kalau ada satu semut kemungkinan besar nggak akan nyadar ada semut tapi kalau semutnya bergerombol banyakan kita pasti sadar. Nah alasan kenapa demo juga gitu. Kalau sendiri, dengan caramu sendiri, kemungkinan besar, mereka mengacuhkanmu  Kalau banyakan, pemerintah pada akhirnya akan sadar, mendengarkan, dan mungkin mempertimbangkan.”
Saat itu aku mengangguk-ngangguk, mendapat pencerahan untuk menjadi kaum pro.

-          Hadist Rasulullah Saw. “ Jihad yang baik adalah menasehati pemimpin yang dzalim.”
Salah satu caranya ya dengan aksi demonstrasi.

-          Jadilah mahasiswa kritis. Yang dikritisi kebijakannya kok, bukan pribadinya. ~ Kang Dudi dalam acara LAMDA.


Kontra :
-          Hasil diskusi dengan salah satu teman seangkatan.
“Demo itu lebih banyak mudharatnya. Banyak yang menyiksa atau melukai diri sendiri, padahal itu jelas-jelas dilarang oleh Allah. Rasulullah Saw juga waktu itu nggak kayak gitu.”

-          Percakapan antara ibu dengan aku yang dulu masih belum merasakan tidak dibijaki kebijakan. Masih bertaya-tanya buat apa demo, pengetahuanku tentang demo hanya sebatas aksi turun di jalan dan berkoar-koar  di depan gedung DPR (bahkan sampe bakar ban segala.)          
Ibu : Neng, nanti pas udah jadi mahasiswa mah jangan suka ikut-ikut demo ya
Aku (yg dulu) : Yaiyalah bu, masa iya aku ikut demo, nanaonan. Emang kenapa gitu Bu?
Ibu : Ngga sih.


-          Dalam salah satu acara bukber BeMath, ada satu kakak tingkat yang ikut.
Kami (BeMath) : Kang suka aksi turun ke jalan nggak? Kayak demo gitu.
Akang : Suka.
Kami : Demo gitu Kang kan?
Akang : Iya gini, aksi. Kalau ke dir. Akademik, ‘pak kami dari tim olimpiade, mau bicara pak!’ Gitu..
Aku : ... Hah?
Akang :  Iya, akang mah ga suka yang kayak turun ke jalan gitu-gitu mending langsung aja. Kan keren gitu tim olimpiade misalkan dateng langsung ke rektor atau dekannya, ngobrol-ngobrol, terus nanti akhirnya mengemukakan kritikan.
Aku : *baru paham*


-          Beberapa bulan yang lalu pas lagi hangat-hangatnya pembicaraan mengenai UKT dan kegalauannya.
Aku : Bu, aku udah nulis surat buat kampus, tentang UKT, tenang we, sopan kok, cuma pengajuan keberatan sama nanya-nanya sesuatu yang masih ganjil. Boleh ya dikirimin?
Ibu : Kemana?
Aku : ke emailnya, udah tahu kok.
Ibu : Bukan kenapa-kenapa, kalau kata ibu mah gini. Emang dede siapa? Jadi mahasiswa aja belum resmi. Cuma calon mahasiswa baru.
Intinya, aku harus menjadi ‘seseorang’ terlebih dahulu.


No comments:

Post a Comment